Dalam sambutannya, Kiai Rik Suhadi, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah, menyampaikan pesan penting kepada para wali santri untuk mengubah cara pandang dalam memaknai pendidikan dan hasil belajar anak-anak. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di pesantren bukanlah sekadar memperoleh nilai yang tinggi secara angka, melainkan bagaimana proses pendidikan tersebut mampu membentuk santri menjadi pribadi yang lebih baik dalam akhlak, sikap, dan kepribadian.
Menurut beliau, rapor dan hasil belajar hanyalah salah satu bagian dari evaluasi proses pendidikan, bukan tolok ukur tunggal keberhasilan seorang anak. Angka-angka dalam rapor tidak selalu mampu menggambarkan perjuangan, proses pembelajaran, serta perkembangan karakter yang telah dilalui santri selama enam bulan terakhir. Oleh karena itu, Kiai Rik Suhadi mengingatkan agar momen penerimaan rapor tidak dijadikan ajang untuk menghakimi, membandingkan, atau memberi tekanan berlebihan kepada anak-anak, melainkan menjadi ruang untuk memberikan apresiasi, motivasi, dan penguatan.
Lebih lanjut, Kiai Rik Suhadi menekankan bahwa setiap santri memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada kemampuan akademik di dalam kelas, tetapi juga berkembang di berbagai bidang lainnya. Banyak santri yang memiliki bakat di bidang teknologi, seni, komunikasi, hingga industri kreatif, yang semuanya sama berharganya dan perlu mendapatkan perhatian serta dukungan yang setara.
Beliau menyampaikan keyakinannya bahwa tugas orang tua dan pendidik bukanlah memaksakan satu standar keberhasilan yang sama kepada semua anak, melainkan mengenali, mendampingi, dan mengarahkan potensi unik yang dimiliki setiap santri. Dengan pendekatan yang tepat, santri akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan keislaman.
Pesan yang disampaikan Kiai Rik Suhadi tersebut mendapat perhatian serius dari para wali santri yang hadir. Nasihat tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Babussalam Socah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, berorientasi pada pembinaan akhlak, penghargaan terhadap proses, serta pengembangan potensi santri secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Panggung Seni Jadi Ajang Unjuk Bahasa, MC Multibahasa Babussalam Socah Tuai Apresiasi
Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah semakin semarak dengan konsep master of ceremony (MC) multibahasa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Acara ini dipandu oleh empat santri dengan menggunakan empat bahasa asing, yakni Jepang, Mandarin, Inggris, dan Arab. Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan suasana yang berbeda, tetapi juga memperlihatkan kemampuan santri dalam mengaplikasikan pembelajaran bahasa asing secara langsung di hadapan publik.
Radit tampil percaya diri sebagai MC dengan menggunakan bahasa Jepang, Falyn membawakan acara dengan bahasa Mandarin, Putri memandu jalannya kegiatan melalui bahasa Inggris, sementara Mahira menggunakan bahasa Arab dengan pengucapan yang fasih dan jelas. Pergantian bahasa yang disampaikan secara bergantian membuat jalannya acara terasa dinamis, tertib, dan tidak monoton. Setiap MC menjalankan perannya dengan baik, memastikan alur acara tetap berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman yang menarik bagi para hadirin.
Kehadiran MC multibahasa ini mendapat sambutan positif dari para wali santri dan tamu undangan. Selain berfungsi sebagai pemandu acara, penampilan keempat MC tersebut menjadi bukti nyata bahwa santri Pondok Pesantren Babussalam Socah tidak hanya dibekali dengan pendidikan keagamaan dan seni, tetapi juga kemampuan komunikasi global. Konsep ini sekaligus memperkuat citra pagelaran seni sebagai ajang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan potensi santri secara menyeluruh.
Syahdu dan Penuh Makna, Musikalisasi Puisi Kelas 7B Jadi Sorotan
Penampilan musikalisasi puisi dari santri kelas 7B menjadi salah satu momen yang paling menyentuh hati dalam rangkaian Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah. Perpaduan antara pembacaan puisi dengan alunan musik pengiring yang lembut berhasil menciptakan suasana khidmat dan penuh penghayatan. Setiap bait puisi dilantunkan dengan intonasi yang terjaga dan ekspresi yang tulus, sehingga pesan yang disampaikan mampu dirasakan secara mendalam oleh seluruh hadirin.
Kesungguhan santri kelas 7B tampak jelas sejak awal hingga akhir penampilan. Mereka tampil percaya diri namun tetap penuh ketenangan, menunjukkan hasil latihan yang matang serta kerja sama yang baik antarsesama. Alunan musik yang mengiringi pembacaan puisi semakin memperkuat suasana, membawa penonton larut dalam makna kata demi kata yang disampaikan. Suasana panggung yang tenang dan fokus membuat penampilan ini terasa berbeda, seolah mengajak penonton untuk sejenak merenung dan merasakan emosi yang dibangun melalui karya sastra.
Penampilan musikalisasi puisi ini mendapat respons hangat dari para wali santri yang hadir. Banyak penonton terlihat terdiam, menyimak dengan penuh perhatian, sebelum akhirnya memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi. Penampilan santri kelas 7B ini tidak hanya menampilkan keindahan seni sastra dan musik, tetapi juga menunjukkan kedewasaan emosional, keberanian berekspresi, serta kemampuan santri dalam menyampaikan pesan moral melalui karya seni yang menyentuh hati.
Bukan Sekadar Pertunjukan, Momen Hari Ibu di Babussalam Socah Sentuh Hati para hadirin
Momen Hari Ibu menjadi salah satu bagian paling mengharukan dan menyita perhatian dalam rangkaian Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah. Suasana yang semula meriah perlahan berubah menjadi penuh kehangatan dan haru ketika seluruh santri menghampiri ibu mereka masing-masing. Dengan penuh ketulusan, para santri memberikan hadiah sederhana disertai pelukan sayang, sebagai ungkapan cinta, terima kasih, dan penghormatan atas segala doa serta pengorbanan yang telah diberikan selama ini.
Momen tersebut semakin menyentuh hati ketika lantunan lagu “Bunda” mengalun mengiringi pertemuan penuh kasih antara santri dan ibu. Lirik lagu yang sarat makna seakan mewakili perasaan yang selama ini terpendam, sehingga banyak wali santri tampak tak kuasa menahan air mata. Isak haru, senyum bahagia, dan pelukan hangat menyatu dalam suasana yang begitu emosional, menciptakan momen kebersamaan yang sulit dilupakan.
Momen Hari Ibu ini tidak hanya menjadi bagian hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang kuat. Melalui peristiwa sederhana namun bermakna ini, para santri diajak untuk menumbuhkan rasa bakti, kasih sayang, dan penghormatan kepada orang tua, khususnya ibu. Suasana haru tersebut menjadi penegas bahwa Pagelaran Seni Santri tidak hanya menghadirkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam.
Dari Tari hingga Puisi, Penampilan Kelas 8B Babussalam Socah Tutup Acara dengan Apik
Penampilan kelas 8B menjadi penutup yang paling berkesan dalam rangkaian Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah. Melalui sebuah kompilasi budaya, para santri memadukan beragam unsur seni mulai dari tarian daerah, atraksi bela diri, hingga pembacaan puisi yang sarat makna. Seluruh rangkaian penampilan tersebut dikemas secara runtut dan harmonis, kemudian dipadukan dengan iringan lagu-lagu daerah yang memperkuat suasana dan nuansa kebudayaan Nusantara.
Kekompakan dan kesungguhan santri kelas 8B tampak jelas dalam setiap pergantian segmen. Setiap gerakan, ekspresi, dan lantunan puisi ditampilkan dengan penuh penghayatan, menunjukkan proses latihan dan kerja sama yang matang. Perpaduan seni yang beragam ini tidak hanya menjadi tontonan yang indah, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kekayaan budaya serta pentingnya menjaga dan melestarikannya.
Penampilan penutup tersebut mendapat respons positif dari para wali santri yang hadir. Tepuk tangan meriah mengiringi akhir pertunjukan sebagai bentuk apresiasi atas totalitas dan kreativitas santri kelas 8B, sekaligus menjadi penutup yang manis, hangat, dan membanggakan bagi seluruh rangkaian Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah.
Tawa Pecah! Komedi Musikal Kelas 8A Babussalam Socah Bikin Wali Santri Terhibur
Penampilan komedi musikal santri kelas 8A menjadi salah satu sajian yang paling menghibur dalam Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah. Aksi mereka sukses mengundang gelak tawa para wali santri yang hadir melalui perpaduan lagu, joget, dan adegan komedi yang dikemas secara kreatif.
Beberapa lagu diputar sebagai pengiring, disertai dengan ragam gerakan yang luwes dan penuh ekspresi. Kekompakan serta keberanian santri dalam berekspresi di atas panggung menjadi daya tarik tersendiri. Unsur kejutan semakin terasa dengan penggunaan properti berupa sarung dan topeng, yang dimanfaatkan secara cerdas untuk memperkuat adegan dan menambah unsur humor.
Penampilan ini disambut tawa lepas dan tepuk tangan meriah dari para penonton. Properti sederhana yang digunakan justru menjadi nilai tambah, menunjukkan kreativitas santri dalam mengolah ide dan menghadirkan hiburan yang segar, komunikatif, dan mengesankan.
Aksi Memukau di Panggung, Tapak Suci Santri Babussalam Socah Disambut Tepuk Tangan Riuh
Penampilan Tapak Suci Putera Muhammadiyah menjadi salah satu sajian yang paling menyita perhatian dalam Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah. Perpaduan antara gerak pencak silat yang tegas, ritmis, dan sarat nilai seni berhasil menghadirkan pertunjukan yang memukau di atas panggung.
Para santri menampilkan rangkaian jurus dan atraksi dengan penuh konsentrasi, ketepatan, serta keberanian. Setiap gerakan dilakukan secara kompak dan terukur, menunjukkan hasil latihan yang disiplin dan berkesinambungan. Unsur seni yang berpadu dengan ketangkasan bela diri membuat penampilan Tapak Suci tidak hanya menampilkan kekuatan fisik, tetapi juga keindahan gerak yang bernilai estetis.
Atraksi demi atraksi yang ditampilkan sukses menuai decak kagum dari para wali santri yang hadir. Sorak kekaguman dan tepuk tangan bergema sepanjang penampilan, bahkan banyak wali santri yang tampak mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan keberanian para santri.
Penampilan Tapak Suci Putera Muhammadiyah ini menjadi bukti bahwa seni bela diri dapat ditampilkan secara elegan dan inspiratif, sekaligus mencerminkan nilai kedisiplinan, keberanian, serta karakter tangguh yang terus ditanamkan kepada para santri Pondok Pesantren Babussalam Socah.
Latihan Panjang Terbayar Lunas, Penampilan Santri Babussalam Socah Disambut Tepuk Tangan Riuh
Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah bertema “The Art and Culture Performance” disuguhkan dengan penampilan Tari Saman yang berhasil menyedot perhatian seluruh hadirin. Kekompakan gerak para santri yang tampil serempak, ritme yang terjaga, serta ekspresi penuh kesungguhan menunjukkan usaha dan latihan intens yang telah mereka jalani. Setiap gerakan ditampilkan dengan presisi, mencerminkan kerja sama dan disiplin tinggi dalam menyuguhkan penampilan terbaik.
Tarian khas Aceh yang sarat dengan nilai keagamaan ini tidak hanya menghadirkan keindahan seni, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan para santri. Kekompakan yang terbangun dalam penampilan tersebut menjadi daya tarik utama, hingga membuat para wali santri terpukau menyaksikan persembahan yang penuh totalitas.
Antusiasme walisantri terlihat jelas ketika penampilan usai. Applause meriah menggema di area pagelaran sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para santri. Bahkan, banyak wali santri yang mengabadikan momen tersebut dengan mengambil foto dan video, serta berfoto bersama para penampil sebagai kenang-kenangan atas penampilan yang membanggakan.
Penampilan Tari Saman ini menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap pertunjukan, terdapat proses panjang, latihan yang konsisten, serta semangat pantang menyerah dari para santri. Hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pagelaran Seni Santri bukan sekadar ajang tampil di atas panggung, melainkan ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai kekompakan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Pagelaran Seni Santri Babussalam Socah Angkat Kreativitas dan Budaya dalam “The Art and Culture Performance”
Pondok Pesantren Babussalam Socah kembali menggelar Pagelaran Seni Santri yang mengusung tema “The Art and Culture Performance”. Kegiatan ini merupakan pagelaran seni kedua yang diselenggarakan oleh pondok pesantren sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan potensi, kreativitas, serta apresiasi santri terhadap seni dan budaya.
Pagelaran seni ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif dan pembinaan karakter santri. Melalui berbagai penampilan seni, santri diberi ruang untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya. Ke depan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda tahunan Pondok Pesantren Babussalam Socah.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh wali santri, jajaran Dikdasmen PCM Socah, para ustaz dan ustazah, serta tamu undangan lainnya. Antusiasme para hadirin tampak jelas sejak awal hingga akhir acara, menyaksikan beragam penampilan seni yang ditampilkan oleh para santri.
Pagelaran seni ini dibuka secara resmi oleh Kiai Rik Suhadi, S.Th.I, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan seni seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan santri secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga pada pengembangan minat, bakat, dan karakter.
Melalui Pagelaran Seni Santri bertema The Art and Culture Performance ini, Pondok Pesantren Babussalam Socah berharap dapat terus melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan seni, kreativitas, serta akhlak yang mulia.
Berhasil Kalahkan Tim Robot ITS, Pondok Pesantren Babussalam Raih Juara Robotik
Melalui ajang kejuaraan Tingkat Nasional Robot Karbora 2025, yang diadakan oleh UKM FT SOKET Universitas Trunojoyo Madura. Dalam ajang ini lawan-lawan yang dihadapi bukan hanya SMP sederajat tapi umum dan tingkat nasional. Bahkan di awal-awal laga tim robotik Pondok Babussalam Socah harus menghadapi dua tim dari universitas yang terkenal dengan teknologinya, yaitu ITS. Kemenangan demi kemenangan di babak penyisihan membawa mereka menjadi juara 3 pada ajang tersebut.
Pencapaian perdana terbaik untuk Andra, Abshar dan teman-teman. Kemenangan perdana oleh Tim Robotik ini juga menjadi bahwa Pondok Pesantren Babussalam Socah _tidak hanya fokus terhadap pembelajaran diniyah, tapi juga mengapresiasi dan mengakomodasi semua bidang keilmuan termasuk sains-teknologi(Alda)









