Pagelaran Seni Santri Pondok Pesantren Babussalam Socah semakin semarak dengan konsep master of ceremony (MC) multibahasa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Acara ini dipandu oleh empat santri dengan menggunakan empat bahasa asing, yakni Jepang, Mandarin, Inggris, dan Arab. Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan suasana yang berbeda, tetapi juga memperlihatkan kemampuan santri dalam mengaplikasikan pembelajaran bahasa asing secara langsung di hadapan publik.
Radit tampil percaya diri sebagai MC dengan menggunakan bahasa Jepang, Falyn membawakan acara dengan bahasa Mandarin, Putri memandu jalannya kegiatan melalui bahasa Inggris, sementara Mahira menggunakan bahasa Arab dengan pengucapan yang fasih dan jelas. Pergantian bahasa yang disampaikan secara bergantian membuat jalannya acara terasa dinamis, tertib, dan tidak monoton. Setiap MC menjalankan perannya dengan baik, memastikan alur acara tetap berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman yang menarik bagi para hadirin.
Kehadiran MC multibahasa ini mendapat sambutan positif dari para wali santri dan tamu undangan. Selain berfungsi sebagai pemandu acara, penampilan keempat MC tersebut menjadi bukti nyata bahwa santri Pondok Pesantren Babussalam Socah tidak hanya dibekali dengan pendidikan keagamaan dan seni, tetapi juga kemampuan komunikasi global. Konsep ini sekaligus memperkuat citra pagelaran seni sebagai ajang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan potensi santri secara menyeluruh.

Leave A Comment